Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gelar Lokakarya Perdana Nol, (PGP) Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Tahun 2021 Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat

    Gelar Lokakarya Perdana, (PGP) Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Polewali Mandar


    Gelar Lokakarya Perdana - Nol , (PGP) Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Tahun 2021 Kab. Polewali Mandar - Prov. Sulawesi Barat

    PPPPTK Penjas & BK melaksanakan kegiatan “Lokakarya Perdana Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 4 Tahun 2021”. Lokakarya perdana dilakukan secara luring di Lokasi Unasman pada hari Senin, 11 Oktober 2021.  Program PGP merupakan langkah strategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru dapat menggerakan komunitas belajar di sekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar. Secara umum kegiatan lokakarya perdana ini bertujuan melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan program PGP PPPPTK Penjas dan BK, pendamping, calon guru penggerak, kepala sekolah atasan langsung, dan Disdik Provinsi/Kab/Kota.

    Peserta PP - CGP - kepala Sekolah

    Sasaran PPPPTK Penjas dan BK  tahun ini 2021 Angkatan 4 Khususnya Kab. Polewali Mandar adalah 41 orang calon guru penggerak yang telah lulus dari tahapan seleksi sebelumnya .

    Rencana Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 4  dimulai serentak pada tanggal 14 Oktober  2021,  yang ditandai dengan pelaksanaan Lokakarya Perdana atau biasa disebut Lokakarya 0 sebelumnya tanggal 11 Oktober 2021 di Polman.  Mengapa disebut lokakarya 0? Karena produk yang dihasilkan baru sebatas peta harapan dan kekhawatiran peserta terkait program komitmen aktor Calon Guru Penggerak (CGP) dan kepala sekolah dalam proses transformasi sekolah.

    Di samping itu tujuan belajar calon guru penggerak baru sebatas mengenal ekosistem belajar di Program Guru Penggerak. Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi dukungan yang diperlukan selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan membuat rencana belajarnya, Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang akan muncul saat program berlangsung dan Calon Guru Penggerak diharapkan dapat mengidentifikasi fungsi dan peran fasilitator dan pendamping guru penggerak. Lokakarya yang dilaksanakan secara luring ini berlangsung selama 1 hari bagi wilayah mitra PPPPTK Penjas dan BK.

    Rancang bangun program Program Guru Penggerak menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama sembilan bulan, mulai Oktober 2021 hingga selesai di bulan Agustus 2022.

    Program ini didesain dengan perpaduan komposisi 70 persen kegiatan dalam bentuk on the job training di tempat kerja dengan tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas sekolah.

    Sementara, 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat dan 10 persen lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran Bersama Pengajar Praktik.

    Sebelumnya membuka kegiatan lokakarya perdana ini adalah Kabid Peningkatan Mutu mewakili beliau (Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar). Bapak Abdul Haris Syahril, S.Pd., M.Si. esensi tujuan program PGP untuk mencipatakan Sumber Daya Manusia unggul. Pengembangan SDM unggul tersebut harus bersifat holistik dan tidak berfokus pada kemampuan kognitif saja, lanjutnya. Pria yang akrab disapa Subandi ini menambahkan, guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat kepada peserta didik. Sebelum membuka secara resmi kegiatan lokakarya perdana, Subandi mengakhiri sambutannya dengan menekankan bahwa Guru Penggerak adalah insan pendorong transformasi pendidikan yang dapat mewujudkan merdeka belajar

    Adapun kegiatan lokakrya  meliputi : Agenda dan Tujuan Lokakarya.

    Penjelasan agenda lokakarya memuat tentang beberapa hal berikut:

    1. Pertama, Pengajar Praktik (PP), Kepala Sekolah dan Calon Guru Penggerak (CGP) melakukan permainan perkenalan agar peserta saling mengenal lebih dekat.
    2. Kedua, bersama-sama membuat kesepakatan kelas agar kegiatan lokakarya berjalan lancar.
    3. Ketiga, Memetakan harapan dan kekhawatiran selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan menyusun strategi agar harapan terpenuhi dan kekhawatiran dapat dikurangi.
    4. Keempat, Memetakan perjalanan calon guru penggerak. Sesi ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada calon guru penggerak dan kepala sekolah tentang proses pendidikan guru penggerak, apa saja yang akan dilalui dan dikerjakan guru penggerak dan kolaborasi apa yang dibutuhkan guru penggerak dan kepala sekolah.

    Berikutnya, para peserta membuat komitmen bersama dan diakhiri dengan proses refleksi sebelum penutupan.

    ✅Games perkenalan diri.

    Perkenalan diri bertujuan agar pendamping, kepala sekolah dan peserta saling mengenal.


    Di sesi ini peserta menuliskan informasi tentang dirinya dan momen paling membanggakan menjadi guru/kepala sekolah

    ✅Kesepakatan Kelas.

    Membangun kesepakatan kelas selama lokakarya sangat penting dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

    Pada sesi ini pengajar praktik memandu jalannya kesepakatan kelas, mencatat hasil diskusi dan memvisualisasikannya sepanjang diskusi.

    Pengajar Praktik memulai sesi kesepakatan kelas agar kegiatan lokakarya dapat berjalan lancar, nyaman untuk semua orang dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Contohnya, peserta usulkan agar semua selalu hadir tepat waktu setelah istirahat.

    ✅ Harapan dan Kekhawatiran

    Pada sesi yang pertama ini adalah sesi tentang harapan dan kekhawatiran.

    Setiap orang di dalam kelompok tersebut  harus menceritakan 2 harapan dan 2 kekhawatiran.

    Harapan yang dimaksud bisa terkait pengetahuan dan keterampilan yang akan didapatkan selama program, proses belajar selama program dan hal-hal lain yang mempengaruhi proses belajar bapak ibu selama program.

    Kekhawatiran adalah hal-hal yang peserta harapkan tidak terjadi selama program.

    Perjalanan Calon Guru Penggerak

    Pada sesi ini diadakan Pembagian kelompok dan penjelasan sesi, Diskusi kelompok, Presentasi kelompok, Tanya jawab dan penutup.

    Pada sesi ini, dilaksanakan kegiatan sebagai berikut:

    ✔ Untuk kelompok Calon Guru Penggerak :

    Pertama, diskusikan: Apa yang perlu dilakukan CGP untuk memastikan tujuan pembelajarannya tercapai dan dukungan apa yang dibutuhkan?

    Kedua, buatlah rencana belajar Anda selama 2 bulan ke depan. Tulis 5 hal penting yang perlu dilakukan sebelum Pendidikan Guru Penggerak dimulai.

    Identifikasi juga orang-orang yang dapat membantu Anda selama mengikuti Program Guru Penggerak.

    ✔ Untuk kelompok kepala sekolah

    Diskusikan: Apa yang bisa Kepala Sekolah lakukan agar materi ini bisa membantu proses transformasi sekolah? Dukungan apa yang Kepala Sekolah bisa berikan kepada Calon Guru Penggerak.

    Peta perjalanan Calon Guru Penggerak sebagai peta perjalanan transformasi pendidikan di sekolah Bapak dan Ibu Guru.

    Calon Guru Penggerak akan belajar paket modul secara daring melalui LMS Moodle. Dalam pembelajaran daring peserta akan ditemani oleh pengajar praktik dan rekan sejawat. Setiap paket modul harus peserta selesaikan selama dua bulan.

    Setiap bulan peserta akan mengikuti Lokakarya dan para pengajar praktik akan berkunjung ke sekolah peserta untuk mengobservasi proses belajar, berdiskusi tentang tantangan dan strategi penerapan materi-materi PGP di sekolah.

    Kepala sekolah kembali pada lokakarya bulan ke-3 dan ke-7. Lokakarya bulan ke-7 akan spesial karena Lokakarya bulan ke-7 adalah proyek bersama yang akan diisi dan dikelola oleh seluruh Calon Guru Penggerak.

    Pada bulan ke-9 Guru Penggerak akan menyelesaikan pendidikan guru penggerak dan jika lulus, maka resmilah menyandang predikat GURU PENGGERAK.

    Calon Guru Penggerak akan meminta umpan balik kepada bapak ibu kepala sekolah pada bulan ke-2, ke-5 dan ke-8 sebagai bagian dari refleksi Calon Guru Penggerak.

    Kepala Sekolah dan Calon Guru Penggerak memahami seperti apa transformasi sekolah dan indicator tercapainya hasil belajar yang maksimal bagi peserda didik kita. Jadi kolaborasi di antara semua pihak adalah kunci keberhasilan program.

    ✅Komitmen Bersama

    Pada sesi ini, peserta menuliskan komitmen, dan membacakan komitmen. Diharapkan agar peserta dapat menjaga komitmen yang telah dibuat.

    ✅ Refleksi peserta

    Kegiatan akhir ini bertujuan untuk memberikan umpan balik. Refleksi adalah komponen penting dalam setiap aktivitas guru penggerak. Kami percaya bahwa hanya dengan refleksi kita bisa memulai proses pengembangan diri.

    Sembilan bulan bukan perjalanan yang sebentar akan ada rintangan dalam perjalanan, akan ada kejenuhan dalam perjalanan. Mungkin akan ada yang sakit mungkin ada yang capek dan perlu berhenti sebentar. Hanya dengan saling dukunglah kita akan bisa memastikan kita bisa sampai ke tujuan dan memastikan perjalanan ini sampai memberikan dampak untuk kita, guru-guru kita dan peserta didik kita. 

    Adapun hasil yang diharapkan dari lokakarya 'Nol; Program Guru Penggerak adalah peta harapan dan kekhawatiran peserta terkait program, komitmen kepala sekolah dalam proses transformasi sekolah, serta rencana lokakarya yang akan dilakukan.

    Laporan dari M.ILHAM 
    (GPP Angkatan 4 Tahun 2021 - Polman Sulawesi Barat)


    Lokakarya 0 Lokakarya 1 Jurnal PP Jurnal CGP


    LAPORAN LENGKAP

    Related Posts

    Post a Comment for "Gelar Lokakarya Perdana Nol, (PGP) Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Tahun 2021 Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat"